Tuesday, April 25, 2017

TEBING BREKSI YANG MENGGODA



Tebing Breksi merupakan tujuan wisata, tempat dolan, cari angin trending  bagi banyak orang, akupun beberapa kali ketempat ini,hanya baru ku post kan di sini, Tebing Breksi merupakan bukit penambangan batu pada awalnya. Namun seiring waktu tempat ini di jadikan Cagar Budaya, koq bisa ? menurut sejumlah penelitian dari berbagai referensi ternyata tebing breksi merupakan endapan abu vulkanik gunung api purba. Tebing Breksi terletak di Groyokan,Sambirejo,Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. satu jalur dengan arah Candi Ijo. Apa pesona Tebing Breksi? selain menyimpan sejarah secara geologi, dari tempat ini bisa melihat panorama alam yang sweet beauty horizon. Pemandangan arah cakrawala matahari tenggelam cukup jelas, bandara lanud Adi Sucipto cukup terpantau dari sini dimana bisa terlihat lalu lalang pesawat terbang take off. Menjelang senja sangat indah kerlap kerlip lampu di kota nampak menggaris, juga tanda sign lampu bandara nampak kelihatan dari tempat ini. 
Puncak keramaian tempat wisata Tebing Breksi pada hari hari libur tanggal merah,meski pada hari hari biasa tiada berpantang pengunjung yang pengen meneguk aura panorama senja dari tempat ini. Saat aku kesini waktu hari Libur waktu hari tergolong cerah beberapa hari lalu, jangan di tanya keramaianya, serasa tumplek blek di tempat ini. Sebagai indikasi banyaknya kendaraan berparkir di tempat ini dimana punya areal parkir yang cukup memadai untuk kawasan ini

Anda bayangkan sendiri di sisa waktu sore masih nampak berderet kendaraan berparkir di tempat ini,sebagai tanda tempat ini sebagai tujuan liburan idaman baik muda mudi maupun acara keluarga. Seperti yang aku katakan syarat wisata yang bagus pertama adalah akses jalan dan kedua tingkat panorama yang di nikmati. Untuk menuju lokasi Tebing Breksi cukup mudah jalan juga oke karena dekat jalan poros Yogya-Solo maupun Prambanan-Piyungan. Tebing Breksi terletak di ketinggian, artinya untuk mencapai lokasi ini jelas jalan yang mendaki. akan tetapi masih dalam kategori mendaki yang bisa di jangkau (akses). Banyaknya pengunjung di areal parkir menunjukan mudahnya mencapai lokasi ini.
Di puncak Tebing Breksi terdapat pedataran namun tidak begitu luas, meskipun demikian cukup menampung banyak orang yang pengen melihat kota Yogya dari ketinggian ataupun pegunungan atau perbukitan sebelah selatan. Garis cakrawala cukup jelas dari tempat ini, bahkan jika menoleh kekanan nampak Gunung Merapi kelihatan dari sini. Di tempat ini pengunjung pertama menahan nafas sebentar karena untuk mencapai puncak dataran ada tangga dengan sudut kemiringan yang lumayan meski tidak terlalu panjang jalan tangga berundak. Setelahnya pada menyebar cari posisi yang dirasa enak buat duduk duduk santai atau  untuk menatap panorama cakrawala. Ada yang langsung siapkan tongsis, ada yang membuka lensa kameranya ada yang manyun manyunkan wajahnya dengan berbagai pose pokoknya banyak cerita di tempat ini.


Cukup indah menggoda bukan? dimana bentangan cakrawala dengan semburat lembayung senja cukup membius pengunjung untuk menikmatinya.
Seperti telah aku katakan di post kemaren tentang Candi Ijo dimana ada layanan jeep wisata di tempat ini sebagai base untuk menuju rute rute selanjutnya. Nampak pada posisi start siap memacu memanjakan pengunjung.


Tebing Breksi layak menggoda untuk di kunjungi dimana sarana prasana kian hari kian memadai baik dari segi areal parkir maupun dari segi jajanan. Sebelah timur tebing berderet warung lesehan. dan yang paling penting apa coba? beaya cukup murah dan terjangkau hanya beaya parkir dan retribusi suka rela inilah sebagai faktor Tebing Breksi sebagai tempat hitz tujuan waktu liburan atau cari angin dolan diwaktu sore. Selain itu di tempat ini seperti ada icon burung untuk teman foto atau mengabadikan moment. Iniloh burungnya


Hari mulai gelap sang surya tenggelam, meski masih banyak pada bersantai di tempat ini, akupun menuruni jalan dari bukit ini .Menurutku Prambanan memang G&G, Garasi & Garansi wisata, Garasi karena banyaknya tempat tujuan wisata. Garansi karena tempatnya eksotik  memuaskan. Finally you can both enjoy receive. Kamu dapat keduanya pemandangan juga kepuasaan alam .   

Monday, April 24, 2017

LANGIT BIRU DI SOJIWAN



Postingan kali ini masih seputar area Prambanan, lebih tepatnya Candi Sojiwan. Candi Sojiwan terletak di sebelah selatan Candi Prambanan, atau selatan stasiun Brambanan seberang jalan Yogya-Solo. Bedanya kalo area tempat ini masuk wilayah Kabupaten Klaten meski berdekatan dengan Spot Riyadi yang masuk wilayah Yogyakarta. Candi Sojiwan terletak di desa Kebon Dalem Kidul,Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Candi ini didirikan pada era Mataram kuno juga, pada mulanya Candi ini berupa reruntuhan dan baru selesai di pugar tahun 2011. Menurut prasasti Rukam menunjukan angka 829 Saka atau sekitar 907 Masehi. Artinya bangunan ini memang didirikan masa Mataram kuno.
Candi ini nampak ramping katanya dari berbagai sumber ini Candi tipe Budha,artinya juga Mataram waktu itu memeluk Hindhu dan Budha. Kebanyakan Candi memang menghadap arah matahari tenggelam dan di ikuti candi pendamping atau perwara.  (kenapa kudu menghadap arah matahari tenggelam ?) entahlah. Candi ini meski kelihatan sendiri sebenarnya juga ada candi candi perwara namun karena reruntuhan sisa sisa hanya sebagian 


Nampak candi kecil hasil pemugaran mungil eksotik. Di tempat ini pintu gerbang pengunjung di sebelah utara,padahal candi menghadap kebarat. Aslinya memang menghadap kebarat baik pintu gerbangnya, karena dulunya tempat ini di kabarkan juga pernah tertimbun waktu merapi meletus,juga pula saat gempa bumi di waktu masa lampau. Sekarang sekitaran candi ini adalah perkampungan di sebelah selatan, dan persawahan di kanan kiri hanya sebelah utara akses jalan. Ditempat ini jika cuaca cerah nampak leluasa untuk melihat sunset. Seperti ada kejelian untuk melihat matahari tenggelam, dan yang menjadi pertanyaanku adalah ada hubungan apa bangunan Candi dengan arah Matahari tenggelam? entahlah,yang jelas semua Candi yang pernah ku kunjungi semua menghadap arah matahari tenggelam pintu masuknya, kecuali Candi Sari yang ternyata wisma.


Banyak ornamen ornamen kisah fabel di dinding dinding Candi ini,yang punya cerita. Setelah aku berkeliling aku masuk ternyata tidak ada lingga yoni seperti biasanya. Atau mungkin ini tipe Budha jadi tidak ada lingga yoni di dalam Candi utama. Di depan Candi nampak ada patung seperti ini


Cuaca nampak sangat cerah waktu aku kesini, dan langit terlihat biru. seperti langit biru di
Mataram,dan ternyata tidak aku saja yang mampir kesini, aku baru pertama kali ini. Untuk jalan akses sangat mudah dan terjangkau karena dekat dengan jalur utama jalan Yogya-Solo,ataupun lewat jalur kereta api ,lagi pula banyak tanda sign untuk menuju ke lokasi ini. Cara gampang adalah sebelah selatan Candi Prambanan agak ke timur, atau tenggara Candi prambanan. Mudah lagi selatan stasiun Brambanan sebagai patokan. 
Dan ini bukti pemugaran


Kiranya cukup waktu untuk melanjutkan perjalanan kembali ..ada yang suka dongeng fabel, kesinilah ada cerita menarik antara garuda dengan kura kura, angsa dengan kura kura.

Saturday, April 15, 2017

MENELISIK PENINGGALAN MATARAM DI CANDI SAMBISARI



Candi SambiSari terletak di Desa SambiSari, Purwomartani,Kalasan,Yogyakarta. Nama itu diberikan sesuai nama Desanya SambiSari. Penulis datang kesini didasari hal hal yang unik juga teka teki dimana sebenarya letak kota raja Mataram kuno saat itu. Dengan bertemu si Candi SambiSari jawaban letak kota raja era Mataram Kuno terungkap setidaknya, Candi SambiSari tergolong unik karena letaknya di bawah permukaan tanah, menurut sejarah penemuan Candi ini di temukan bulan Juni tahun 1966 oleh petani Karyoinangon saat bercangkul disawah,membentur batu ukiran,dan di tindak lanjuti Dinas terkait tempat ini sebagai Cagar Budaya. 
Dalam teori teori Pralaya, maha prahara era Mataram banyak peneliti peneliti mengemukakan asumsi asumsi dan teorinya berdasar penelitianya. Dan dalam teori Tata Negara runtuhnya suatu negara salah satunya serangan dari negara lain juga pula karena bencana alam. Bila dihubungkan dengan Kerajaan Mataram saat itu Pralaya berarti serangan dari negara lain yaitu dari Raja Wora Wari, dan analisa kedua pralaya yang berarti bencana alam yang dahsyat. Candi SambiSari ditemukan terkubur di dalam tanah artinya ada yang menguburnya, Faktor bencana alam lebih mendekati terkuburnya candi ini.Sebab  serangan raja Wora Wari semasa Dharmawangsa raja Mataram terakhir di Jawa Timur sekitar Magetan, jauh dari tempat terkuburnya Candi ini.
Disebutkan pula ada letusan letusan dahsyat di tahun 1006,1112,1906 yang berasal dari gunung Merapi. Adapun pula ditemukanya endapan vulkanik dan batu batu vulkanik di sekitar Candi Sambisari saat penelitian dan penggalian. Kenapa kota raja keraton / istana Mataram kuno lokasinya tidak diketahui secara pasti ? bisa jadi juga turut tertimbun endapan lahar ataupun abu yang tebal seperti Candi SambiSari dahulunya. Ataupun istana Mataram kuno terbakar oleh lahar panas dari Merapi ( menurutku ) kecuali bangunan istana juga  terbuat dari batu seperti Candi ini tentu tahan selama ribuan tahun.
Candi SambiSari menjorok kedalam tanah menurut balai pustaka 6,5 meter dari permukaan sekitarnya jadi kalo dilihat dari kejauhan hanya kelihatan pucuk candinya saja tapi kalo sudah masuk pelataran tebing ternyata luas juga bahkan mungkin lebih luas dari sekarang ini sebenarnya.


   
Hari jumat cuaca cukup bersahabat panas berawan, baru pertama kali aku ketempat ini hari ini. Tempat ini lumayan ramai pengunjung makin sore makin gayeng banyak pengunjung berdatangan baik keluarga ataupun muda mudi meluangkan waktu menikmati sore sambil bersantai menikmati panorama di Candi SambiSari. Candi ini menurut cerita pernah di temukan benda benda kuno seperti tembikar,dan prasasti emas di situ di ketahui angka 812-838 M. Bisa jadi bangunan Candi ini di bangun pada masa itu atau sebelum masa itu. Karena penulisan belum tentu saat terjadi pembangunan, bisa jadi waktu  sesudahnya pembangunan,bangunan dulu baru prasasti atau tulisan 
Ditempat ini pengunjung terhenyak sebentar terus ada yang langsung menyambangi induk Candi yang paling besar atau di candi pendamping berjumlah tiga namun ketiga candi pendamping ini tidak utuh tidak seperti di Barong ataupun di Candi Ijo. Ada pula hanya duduk duduk tepi rerumputan tebing 



Aku turuni undak undakan untuk bisa melihat dekat dan hasilnya seni bangunan yang tinggi sudah mengenal model sudut bergerigi kudapati di Candi Perwara / pendamping



Dan bangunan besar ku masuki Candi utamanya terdapat juga lingga yoni seperti di Candi Ijo bulan kemaren



Akupun berkeliling di candi utama karena candi perwaranya tidak utuh. disisi sisi candi utama terdapat seperti ini katanya ini Dewi Durga


di sisi selatan seperti ini namanya Agastya




Setelah puas di bawah aku menyusuri bagian atas mengelilingi area Candi ini berarti naik lagi dan berkeliling, nah ini yang membuatku berteka teki dan berasumsi ini sebenarya pagar ring luarnya atau apalah kujumpai seperti ini 



Cukup lelah juga mengelilingi candi ini ibarat nongkrongi candi melihat kebawah, puas berkeliling sambil duduk duduk di tebing atas banyak orang berlalu lalang sambil berfoto foto dengan hp maupun kamera. Waktu cukup sore rumahku cukup jauh dari tempat ini 45 menit perjalanan sebelum petang akupun meninggalkan tempat ini , terjawab sudah dimana Kotaraja Mataram ? nasibnya mungkin seperti Candi ini tertimbun hanya tidak diketemukan atau terbakar oleh pijaran batu batu api dahsyat letusan Merapi dahulu kala. However nature giving answer...


Wednesday, April 12, 2017

THE LOST WORLD CASTLE AROMA MIDDLE AGE



Cuaca cerah Selasa ini tergolong lumayan meski di penghujung sore sempat di guyur hujan tergolong lebat. Jalan jalan kali ini ke THE LOST WORLD CASTLE  Cangkringan Yogyakarta. Masuk wilayah dusun Petung,Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta. Rasa penasaran terobati setelah melihat daleman langsung tempat ini ( apa artinya daleman bikin penasaaran ). Tempat ini dulu pernah kulihat pertama kali saat naik wisata jeep lava tour Merapi yang punya jalur lewat ini. Karena dulu jeep yang ditumpangi bertujuan ke batu alien tidak sempat mampir ke tempat ini yang di kenal THE LOST WORD CASTLE . 
Akhirnya pakai wahana sendiri ke tempat ini. Cukup mudah terjangkau tempat ini ternyata tidak seperti di perkirakan sebelumnya, bayangan penulis pasti nanti jalanya penuh batu batu atau tidak rata seperti waktu lava tour. Dan akupun menemukan jalur yang enak via Cangkringan ambil tanda sign goa jepang. Dalam perjalanan ketempat ini ikuti saja jalur goa jepang setelah ada pertigaan terakhir ambil kiri yang aspalnya bagus kalo lurus jalanya berbatu batu. Tidak selang beberapa lama meski ada aspal yang tidak rata dan sedikit jalan berbatu sampailah ke tempat THE LOST WORLD CASTLE. Castle kalimat itu sama arti dengan kastil. Kastil adalah bangunan terbuat dari batu batuan bisa sebagai istana raja atau sebagai benteng pertahanan sebuah wilayah yang biasanya terdapat di kerajaan kerajaan Eropa saat itu. Jika dalam game Age of Empire II dan III ada opsi build castle bagi kamu kamu penggemar game strategi tentu tidak heran dengan image Castle. 


THE LOST WORLD CASTLE , Kastil dunia yang hilang pemilik tempat ini mungkin menggagas sebuah imajiner begitu. Dimana terdapat benteng pertahanan di tempat phery phery atau pinggiran. Melihat bangunan ini dari dekat sepertinya condong gaya kastil Asia di banding Eropa. Gaya Eropa berbentuk kekar dan menjulang keatas pilar pilar pemantauan dan berbentuk silinder atau menara bundar yang tinggi tinggi menyatu pada tubuh kastil tersebut juga pula terdapat jendela jendela. THE LOST WORLD CASTLE yang terdapat di dusun petung Cangkringan Yogyakarta ini meski desain dasar bertujuan untuk tempat wisata lebih condong ke gaya Asia seperti kastil model Jepang atau model China . Adanya alur tembok memanjang mengingatkan tembok raksasa china di miniaturkan di tempat ini, juga model atap menara bergaya Asia.  


Ditempat ini cukup sejuk karena hawa dari hawa pegunungan Merapi. Ditempat ini juga bisa melihat horison arah kota Yogyakarta atau arah Klaten. Tempat ini memang bertujuan untuk destinasi wisata 
bagi yang senang foto foto mengabadikan moment tempat ini cukup asik. Seperti pada era middle Age, jaman pertengahan imajinasi kita akan di bawa. Ditempat ini juga disediakan pelataran dengan pinggir ada tempat duduk memanjang seperti di stadion. Pengunjung dapat bersantai menikmati pemandangan sambil duduk. Kebanyakan pengunjung terkagum kagum sebentar melihat cakrawala, terus berbalik melihat latar belakang pemandangan gunung Merapi dari tempat ini. Jika cuaca cerah tentu bagus melihat puncak merapi dari sini. Kaliurang juga bisa dilihat dari sini,dan tak lupa menariknya adalah lalu lalang jeep wisata merapi melewati tempat ini. Selain itu pula ada bebatuan andesit di taruh dipelataran dalam benteng ini. 


juga ada tempat khusus untuk mengabadikan moment berlatar blue sky atau horison dengan kibasan bentangan sayap di ujung tembok benteng ini

 
Waktu penulis kesini dari bawah cerah berawan dan perhitungan sepertinya asik ketempat tempat tinggi, nampak cuaca mendung setelah berlama lama disini mendekati penghujung waktu sore. Tidak ketinggalan naik kepilar pemantauan dan lorong dinding yang seperti tembok China itu. Bayanganku jika keseluruhan dibuat dari batu batu andesit seperti tangga masuk pilar tentu nampak nuansa alami karena ada besi kanan kiri tangga naik kesanya kurang menghayati menapak tempat ini. Dan ini salah satu lorong pilar dinding atas


Oke karena waktu mendekati senja dan berpacu dengan curah hujan yang sewaktu waktu turun akupun siap siap beranjak dari tempat ini yang cukup lama di tempat ini satu setengah jam. Dari segi fasilitas cukup memadai area parkir yang luas, jajanan warung juga ada tersedia,toilet tiada perlu kawatir,hanya kurang tempat oleh oleh atau semacam souvenir atau Tshirt khas di Area parkir seperti ditempat tempat wisata lain. Yang jelas cukup bagus tempat ini bagi kamu kamu yang pengen menyandarkan dimensi ke abad pertengahan.. Made Your Journey ?? Come Here  The Lost World Castle try tell you...

Wednesday, March 29, 2017

PESONA CAKRAWALA DARI CANDI IJO YOGYAKARTA



Cuaca cerah hari ini tergoda untuk mengunjungi Candi Ijo. Candi Ijo terletak disekitaran Keraton Ratu Boko, hanya saja masih sekitar 3-4 Km, arah tenggara, selatan sedikit ke timur. Candi ini cukup mempesona karena terletak di perbukitan yang tergolong tinggi bahkan tempatnya paling tinggi di banding candi candi lain di sekitaran Prambanan. Penulis baru dua kali ini berkunjung, Candi Ijo tepatnya terletak di Desa Sambirejo,Kecamatan Prambanan,Kabupaten Sleman, di dukuh Groyokan.
Dari akses jalan terbilang strategis karena dekat dengan jalur utama Yogyakarta-Solo, maupun Prambanan-Piyungan. Dari arah Prambanan lurus saja ke arah Piyungan setelah melewati perbukitan Ratu Boko terus saja kira kira setengah lagu diputar dijumpai tanda sign Candi Ijo, ikuti saja tanda itu berarti ambil kiri. Jalan termasuk bagus hanya saja mendekati area Candi Ijo sedikit tidak rata aspalnya namun juga masih dalam perbaikan (on time). 
Untuk mencapai Candi Ijo sebenarnya ibarat "sambil menyelam minum air" atau " sekali dayung dua tiga pulau terlampaui". Sebab di areal arround banyak dijumpai tempat tempat asik seperti Candi Barong, Tebing Breksi ,Spot Riyadi, hingga Keraton Boko, Komplit banget bukan?. tentu. Tibalah di Candi Ijo setelah melewati Tebing Breksi. Sungguh penuh pengunjung terlihat lalu lalangnya orang orang berkunjung dan areal parkir yang penuh sampai di pinggir pinggir jalan.


 Maklum hari ini hari libur nasional 28 Maret 2017 Hari Nyepi. Langsung saja cari tempat parkiran setelah duduk duduk santai sebentar sambil menikmati minuman es lemon tea penyegar, aku dibuat heran. Karena di sini ada jeep wisata semacam lava tour Merapi. Apa para rider jeep Merapi pada liburan kesini pikirku, ternyata bukan, dan memang benar di kawasan Tebing Breksi menyediakan layanan Ride to Jeep dengan route Breksi-Candi Ijo -Batu Papat-Spot Riyadi - Candi Barong pp.


Cukup awesome banget, sambil menanti sore biar sedikit teduh aku menikmati hidangan warung setempat sambil mengobrol dengan rider jeep tersebut. Fasilitas rider jeep tersebut memang tergolong baru, karena dulu belum ada. Sempat aku tanya jeep yang antik itu apa buatan Eropa? bukan jawabnya, itu buatan Rusia. Setauku buatan Jerman atau Inggris ternyata Rusia,tipenya aku lupa namanya 
Candi Ijo hari ini sangat ramai sekali sampai kehabisan tiket, sehingga pengunjungpun free retribusi hanya merogoh kocek buat parkir. Artinya indikasi hari ini sangat ramai pengunjung hingga ribuan, daatang pergi datang pergi silih berganti sepanjang hari. Setelah teduh waktu sore kujejakan kakiku menikmati pelataran Candi Ijo. Benar Benar ramai pengunjung dari muda mudi hingga keluarga yang ingin melihat senja terbenam ditempat ini ataupun untuk mengabadikan moment pernah berkunjung kesini. 


Candi Ijo, merupakan Candi Hindu menurut prasasti poh tertulis angka tahun 906 M. artinya Candi ini berdiri pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Kerajaan Mataram Kuno didirikan oleh Sanjaya, dan dalam perkembanganya juga para dinasti Syailendra yang memegang tampuk kekuasaan Mataram Kuno.Candi Ijo juga merupakan saksi sejarah perkembangan pola pemerintahan Mataram Kuno, Candi Ijo ini dibangun masa pemerintahan siapakah? ada Sanjaya, Rakai Panangkaran trus pengganti penggantinya sampai Rakai Pikatan,Rakai kayuwangi sampai perpindahan ke Jawa Timur yang terkenal Mpu Sendok.entahlah merujuk angka tahun di prasasti itu atau sebelumnya, karena angka di prasasti biasanya seperti surat, angka pembuatan ada tanggal dan tahun.
  Ada empat Candi, satu besar dan yang lainya mungil mungil, Candi yang paling besar pintunya menghadap arah matahari tenggelam, akupun memasukinya baru pertama kali hari ini, dulu cuma berkeliling. dan di dapati pemandangan seperti ini


Lingga Yoni, sebuah simbol tentang penciptaan manusia jaman dulu.Lingga simbol Syiwa dan Yoni simbol Tara.
Sorepun semakin mendekati udarapun tambah sejuk, sambil berkeliling nampak para pengunjung duduk bersantai sambil menikmati panorama jelang senja, acara foto foto tentu tiada terlewatkan. Candi Ijo sudah kesohor mendunia terindikasi ada wisatawan manca yang berkunjung kesini, maybe studies in historic. Nampak keriangan dari wajah wajah pengunjung menikmati liburan kali ini di Candi Ijo Yogyakarta. ada yang bersendau gurau di pelataran rumput, ada yang berfoto foto di dinding Candi,ada pula yang on time kan kameranya menanti matahari terbenam dengan tripodnya, maklum cuaca tergolong cerah hari ini.





Akupun berkeliling sambil mengamati ornamen bangunan Candi, mirip Candi Barong tempo hari, karena ada hiasan muka raksasa, katanya namanya Kala Makara, berarti orang dahulu sudah mahir seni pahat dan ukir diatas batu

Ada semacam jendelanya tapi tidak tembus kedalam, kenapa ya? atau itu tempat dudukan arca atau apalah maksut dari itu.


Kenapa dinamakan Candi Ijo, mungkin karena terletak di bukit ijo, atau berdasar prasasti poh ada tulisan kalimat  ijo. Yang jelas merupakan spec yang bagus untuk destinasi wisata atau jalan jalan cari angin.
Haripun semakin sore mendekati senja, mentari yang akan hinggap diperaduanya,burung burungpun pulang kembali kesarangnya, nampak indah sore ini di Candi Ijo cuaca cerah.
Pengen ketempat ini kembali ? see you again another time....





Tuesday, March 28, 2017

Monday, March 27, 2017

MAMPIR SEBENTAR DI CANDI SARI KALASAN YOGYAKARTA



Tidak sengaja mampir ketempat ini yaitu Candi Sari, setelah dari tempat Sendang Ayu menikmati hidangan lele bakar aku terbersit sepertinya disekitar sini ada Candi situs sejarah. Candi Sari dikenal.


Candi Sari terletak di Desa Tirtamartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman Yogyakarta. Sangat mudah akses ketempat ini. Karena dekat dengan jalur utama jalan Yogya-Solo. Terletak di sebelah barat Candi Prambanan. Setelah melewati pom bensin maju sedikit ada tanda sign Candi Sari dari arah Klaten, dari arah Yogyakarta sebelum resto Sendang Ayu ada tanda sign Candi Sari belok kiri.
Dari jalan utama pagar Candi Sari kelihatan. Ditempat ini cukup sederhana hanya terdapat satu Candi. Dengan pelataran yang sederhana pula di banding Candi Candi lainya sekitar Prambanan. Namun demikian bangunan Candi ini cukup unik kalau aku bayangkan seperti castle. Kenapa ? tekstur bangunan ini nampak kekar dan tinggi persegi atau pesagi,
Candi biasanya mengerucut ke atas tapi Candi Sari tidak demikian, seperti tertata beberapa bangunan Candi di jadikan satu sehingga nampak kekar dan pesagi. Saat aku ke tempat ini bersamaan ada rombongan jathilan yang sedang tanggapan di dekat sekitar yang pengen mengabadikan moment. Sepertinya rombongan jathilan dari jauh karena ada ketakjuban melihat bangunan Candi Sari.


Menurut sejarah Candi Sari ini semasa Mataram Kuno berdasar prasasti Kalasan 778 M. Dalam prasasti tersebut Candi Sari merupakan Biara atau tempat berkumpulnya acara keagamaan saat itu. Jadi rasa penasaran sudah terjawab kenapa bangunan Candi Sari unik tidak seperti biasanya, karena Candi Sari tempat berkumpulnya para Bikshu, atau rohib atau para pemuka agama saat itu. Bisa jadi sebagai asrama karena Candi ini punya bentuk bertingkat lantai atas dan bawah.




Mampirlah sebentar untuk mengenal sejarah ...,Ing Bhumi Mataram


Tuesday, March 21, 2017

KUNANTI DI BUKIT BINTANG YOGYAKARTA



Dari kemaren kemaren di singgung tentang Bukit Bintang, tempat ini tergolong eksotis jika cuaca cerah. Bukit Bintang merupakan perbukitan yang dilalui jalur utama Yogyakarta-Wonosari Gunung Kidul. Bukit Bintang masuk Desa Srimulyo Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul, lebih tepatnya perbatasan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunung Kidul. Perjalanan ketempat ini cukup mudah karena merupakan jalur lintasan yang mesthi melewati jalur ini. Bisa dikatakan domain jalur penghubung antara Gunung Kidul ke kota Yogyakarta maupun sebaliknya. Dari kota yogyakarta bisa melewati ringroad selatan lampu merah kedua setelah pertigaan Janti. Sedangkan dari Klaten biasanya melewati jalan Prambanan -Piyungan.
Hari itu tidak hujan namun berawan, lama penulis tidak kesini sesekali pengen menikmati cakrawala ditempat ini. Untuk sapuan mata tempat ini cukup bagus, garis horizon cukup jelas, terlihat rumah rumah penduduk menghampar di bawah. Jalur jalan raya juga nampak menggaris. Hamparan di Bukit Bintang ini menghadap arah matahari tenggelam. Kota yogyakarta terlihat dari sini, ada bukit kecil menjulang di kejauhan kemungkinan itu tongkronganya Candi Abang. 
Bukit Bintang menjadi titik spot bagi penikmat cakrawala, nampak orang orang pasti menoleh kekiri jika dari Gunung Kidul melewati jalan ini. Ibarat gadis menggoda untuk dihampiri jika aku mengibaratkan tempat ini. Yang tergodapun langsung sein kiri mencari tempat , demikian pula yang dari bawah arah jalan yogyakarta, sein kanan mencari tempat.Saat ke tempat ini ada jalan dalam perbaikan seperti perbaikan jalur jembatan,namun lalu lintas cukup lancar. Ditempat ini juga tersaji hidangan jagung bakar yang dijajakan penduduk sekitar, selain itu ada wedang ronde. Jika mencari tempat yang ada mejanya di sediakan tempat semacam resto dimana menunya beraneka macam. Akupun memilih indomie rebus telur maklum cuaca dingin menjelang petang meskipun demikian berani minum es. 



Tempat ini tak lekang sepi selalu ramai terlebih sore hari hingga malam hari. Para penikmat panorama tentu tidak asing tempat ini. Biasanya para pendatang untuk melihat senja terbenam, ataupun sekedar dolan angin angin. Pemandangan hamparan luas sambil menikmati hidangan tentu asik bukan?. Bukit Bintang ini bisa dikatakan tempat favorit dengan beaya murah dapat pemandangan bagus. Jika malam tiba lampu lampu dibawah seperti kunang kunang kerlap kerlip dikejauhan, Jalur jalan bermandi cahaya sorot lampu kendaran dibawah, udara cukup segar. Tempat yang strategis menurutku karena dilewati jalur akses utama, bahkan ada bus pariwisata yang mampir kesini menurunkan peserta wisatanya di tempat semacam resto persinggahan artinya ada link kerjasama paket wisata, kemungkinan begitu. Kabarnya juga bila malam tahun baru tempat ini juga ramai, karena aku belum pernah tahun baru kesini. Kesimpulanya tempat ini cukup fantastik melihat senja dan menikmati kerlip bintang malam hari. 
Tergodakah ke tempat ini? Bukit Bintang Menantimu..





 
   

TEBING BREKSI YANG MENGGODA

Tebing Breksi merupakan tujuan wisata, tempat dolan, cari angin trending  bagi banyak orang, akupun beberapa kali ketempat ini,hanya b...